Pemetaan video (video mapping) merupakan sebuah teknik yang menggunakan pencahayaan dan proyeksi, sehingga dapat menciptakan ilusi optis pada objek-objek. Objek-objek tersebut secara visual akan berubah dari bentuk biasanya menjadi bentuk baru yang berbeda dan sangat fantastis. Perubahan visual tersebut terjadi dari sebuah proyeksi yang menampilkan grafis video digital kepada suatu objek, benda, atau bidang. (https://id.wikipedia.org/wiki/Pemetaan_video). Gambar yang diproyeksikan pada suatu objek, misalnya gedung atau dinding mampu menyuguhkan tampilan atau tontonan yang menarik, baik di luar maupun di dalam ruang, tetapi kebanyakan di luar ruang sehingga bisa dilihat oleh banyak orang.

Workshop “Video Mapping Untuk Proyeksi Ruang” dilaksanakan bekerjasama dengan Arafura Media Design. Arafura Media Design adalah studio desain multimedia yang berupaya untu menavigasi pengalaman imersif melalui berbagai eksplorasi media seperti pemetaan video, AR, sistem interaktif, dan apa pun yang akan datang di masa depan, menonjolkan apa yang sering kali diredupkan oleh media arus utama-isu sosial, budaya, dan kebebasan bereksplorasi.

Workshop ini dilaksanakan dengan menggabungkan aspek teori, teknis dan artistik dalam menciptakan pengalaman visual yang imersif. Kegiatan ini dimulai dengan pengenalan konsep dasar video mapping, perangkat lunak yang digunakan (seperti Resolume Arena, MadMapper, dan TouchDesigner), serta studi kasus dari proyek-proyek video mapping terkenal. Peserta mempelajari karakteristik ruang dan permukaan proyeksi, termasuk teknik pengukuran, pemetaan permukaan, serta identifikasi titik proyeksi optimal, dengan studi kasus fasad Main Hall Universitas Widyatama. Selain itu, mereka juga akan diajarkan cara merancang konten visual menggunakan perangkat lunak desain seperti Adobe After Effects dan Blender, dengan fokus pada penciptaan animasi yang dapat disinkronkan dengan audio dan elemen interaktif lainnya.

Setelah memahami teori dan perancangan konten, peserta akan masuk ke tahap praktik dengan melakukan pengaturan proyektor, kalibrasi, serta teknik warping dan masking agar visual yang diproyeksikan sesuai dengan bentuk objek atau ruang yang dituju. Peserta dibagi menjadi 4 kelompok untuk mengerjakan karya untuk kemudian dapat diimplementasikan pada sesi eksperimen dan presentasi hasil, di mana peserta dapat mengaplikasikan proyek mereka ke dalam ruang nyata serta mendapatkan umpan balik dari instruktur. Hasil dari workshop ini terdapat 4 karya visual yang telah diaplikasikan menjadi media untuk latihan implementasi video mapping pada maket Main Hall Universitas Widyatama yang telah disediakan oleh nara sumber dari Arafura Media Design.

Semoga kegiatan Workshop ini dapat bermanfaat bagi pengembangan keilmuan desain komunikasi visual pada khususnya dan pada dunia pendidikan pada umumnya.
